Yusril Semakin Disukai Warga, Ahok dan Cebong Bikin Opini, Rayu Partai Pakai Kader Sendiri Berita Islam 24H - Persaingan untuk menduduki ja...
Yusril Semakin Disukai Warga, Ahok dan Cebong Bikin Opini, Rayu Partai Pakai Kader Sendiri
Berita Islam 24H - Persaingan untuk menduduki jabatan Gubernur DKI Jakarta saat ini semakin memasuki masa-masa menegangkan, ketika partai pengusung calon gubernur, mulai mengoyak ayakan mereka agar nama-nama calon yang telah siap untuk ikut bertarung semakin mengerucut.
Beberapa pihak menginginkan terjadinya sebuah pertarungan satu lawan satu, dimana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai salah satu calon yang masih menjadi Gubernur saat ini, atau istilahnya petahana, melawan satu pasangan calon lainnya.
“Yang paling cocok itu, tapi kayaknya Ahok ketakutan kalau head to head, makanya pesuruhnya ramai-ramai bikin opini di media kalau yang pantas melawan Ahok adalah kepala dari daerah lain,” ujar Ajeng Cute, selaku Ketua Umum Jempol Rakyat, kelompok fenomenal di sosial media Twitter.
Menurut Ajeng opini tersebut sengaja dihembuskan agar partai yang akan mengusung Cagub DKI bisa merubah cara berpikir dengan mengambil kader mereka sendiri di daerah untuk di adu dengan Ahok.
Sementara beberapa nama calon lainnya, juga sudah bermunculan sejak tahun lalu, dan semakin bertambah, mulai dari munculnya nama Walikota Bandung Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, lalu muncul nama Adhyaksa Dault, disusul Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, Hasnaeni “Wanita Emas” Moein, bahkan nama pemuda betawi yang biasa dipanggil Eki Pitung juga ikut menyatakan ikut bertarung, terakhir muncul pula nama Sjafrie Sjamsuddin, dan Budi Waseso.
Setelah Ridwan Kamil menyatakan tidak akan maju, lalu disusul oleh Ganjar Pranowo, Risma sendiri sempat menyatakan tidak akan maju dalam pilgub Jakarta, akibatnya nama Yusril Ihza Mahendra yang sebelumnya elektabilitasnya jauh dibawah, kini mulai memiliki pendukung, apalagi sejak Yusril ikut membantu warga menjadi tim kuasa hukum yang mendapatkan ancaman dari Ahok yang akan menggusur tempat tinggal mereka.
Di Luar Batang bahkan Yusril menantang balik Ahok, jika ingin mencoba melakukan penggusuran dipersilahkan, namun Yusril juga mengingatkan agar Ahok harus berhati-hati atas tindakannya, karena Yusril memastikan langkah hukum yang diambil, dan ternyata cukup ampuh untuk meredam rasa haus Ahok yang ingin membuat warga miskin Jakarta semakin bertambah sengsara.
Lalu ada kasus antara Ahok/Pemprov lawan Warga Bukit Duri hingga ke pengadilan yang kemudian oleh hakim diputuskan memenangkan gugatan warga Bukit Duri yang diwakilkan kepada kuasa hukum mereka, Yusril Ihza Mahendra.
Akibatnya perlakuan warga Jakarta, khususnya di daerah yang masih menengah kebawah, selalu menerima Yusril dengan senyum dan tangan terbuka.
Berbeda dengan Ahok yang berusaha untuk bisa masuk ke wilayah yang sama dengan alasan memberikan bantuan kepada mesjid atau mushala, namun keinginan itu, malah mendapat hadangan dari warga setempat, bahkan kejadian di Jakarta Utara, Ahok harus berbohong jika dirinya sudah berhadapan dengan warga dan dengan gagah berani dia membuka kaca mobil, menunggu warga mendatanginya, namun tidak satupun yang mendekat.
“Dia buka kaca itu, posisinya masih jauh dari warga, dan disekitar kendaraannya dikelilingi pihak keamanan kepolisian dan juga Satpol PP,” ujar salah satu warga Luar Batang, sambil menambahkan ketika Ahok berusaha untuk keluar menyapa warga disitulah mulainya terjadi lemparan batu, dan Ahok buru-buru naik mobil dan menyelamatkan diri melalui jalan di belakang rumah warga yang dekat lokasi, sambil menabrak pagar pembatas berupa seng.
Menurut Ajeng saat ini, Ahok merasa Yusril merupakan salah satu saingan terberatnya, karena selama melakukan kegiatan di manapun di wilayah perumahan penduduk yang wilayahnya padat, Yusril diterima bahkan kadang para ibu-ibu dengan nekad membiayai sendiri spanduk dukungan kepada Yusril.
“Setelah serangan para cebong kepada Yusril soal rumah tangganya yang sangat tidak pantas, tidak berhasil, kali ini mereka mulai merayu pihak partai agar mau menempatkan kader mereka sendiri,” ujar Ajeng.
Bahkan menurut Dapit, Ahok dan pendukungnya tidak ingin Yusril maju, dikarenakan banyaknya persoalan di dalam internal Pemprov yang ditengarai jika sampai Yusril naik, maka terbongkarlah semuanya.
“Pasti akan terjadi audit ulang atas semua penggunaan anggaran selama Ahok menjabat, dan itu yang ditakutkan oleh para cebong dan junjungannya, apalagi Yusril cukup tegas soal kejujuran dalam hal keuangan,” ujar Davit, sambil mencontohkan ketika permintaan RJ Lino untuk dibantu sebagai klien, namun ditolak oleh Yusril ketika mengetahui jika uang yang digunakan untuk membayar jasanya sebagai pengacara ternyata uang negara. [beritaislam24h.com / pbc]

COMMENTS